Mungkin berawal dari pemikiran dari pada manusia yang jadi korban mending hewan aja yang dikorbankan apa bila mengalami kegagalan (maaf kalo ada yang tidak senang). Setelah anjing di latih mencari ranjau, sekarang ada tikus pencari ranjau. Tikus pencari ranjau telah dikembangkan di Afrika. Tikus yang digunakan adalah tikus berkantong, ukuran jenis tikus ini hampir sama dengan ukuran kucing. Karena tikus beratnya lebih ringan di banding manuasia atau pun anjing, walaupun ada ranjau yang terinjakan ga bakalan memicu ledakan. Indra penciuman tikus jenis ini sangat tajam, sehingga manusia kalah cepat bila di lombakan dalam mencari ranjau darat. Riset ini di danai oleh Apopo yaitu sebuah lembaga amal yang bergerak dalam misi pembersihan ranjau. Lembaga ini didanai oleh para wajib pajak di negara Inggris melalui program UNDP. Saat ini tikus pencari ranjau sedang bertugas (kaya manuasia aja ya broow..heheh..) di Mozambique yang terkenal dengan ladang ranjau terbanyak di dunia. Diperkirakan tikus-tikus prajurit ini telah menemukan kurang lebih 2.700 ranjau darat dan 1.000 bom (hebat kan broow).Ada baiknya Indonesia melatih Ayam sebagai penjinak ranjau dengan cekernyaa hehehe.. biar ga kalah sama negara lain.Senin, 24 Februari 2014
Tikus Pencari Ranjau
Mungkin berawal dari pemikiran dari pada manusia yang jadi korban mending hewan aja yang dikorbankan apa bila mengalami kegagalan (maaf kalo ada yang tidak senang). Setelah anjing di latih mencari ranjau, sekarang ada tikus pencari ranjau. Tikus pencari ranjau telah dikembangkan di Afrika. Tikus yang digunakan adalah tikus berkantong, ukuran jenis tikus ini hampir sama dengan ukuran kucing. Karena tikus beratnya lebih ringan di banding manuasia atau pun anjing, walaupun ada ranjau yang terinjakan ga bakalan memicu ledakan. Indra penciuman tikus jenis ini sangat tajam, sehingga manusia kalah cepat bila di lombakan dalam mencari ranjau darat. Riset ini di danai oleh Apopo yaitu sebuah lembaga amal yang bergerak dalam misi pembersihan ranjau. Lembaga ini didanai oleh para wajib pajak di negara Inggris melalui program UNDP. Saat ini tikus pencari ranjau sedang bertugas (kaya manuasia aja ya broow..heheh..) di Mozambique yang terkenal dengan ladang ranjau terbanyak di dunia. Diperkirakan tikus-tikus prajurit ini telah menemukan kurang lebih 2.700 ranjau darat dan 1.000 bom (hebat kan broow).Ada baiknya Indonesia melatih Ayam sebagai penjinak ranjau dengan cekernyaa hehehe.. biar ga kalah sama negara lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar